Tags

Saya takut sekali pada anjing, selucu apa pun penampakannya. Bahkan saya menderita trauma yang parah gara-gara digonggong dan dikejar segerombolan anjing.

Ketika saya masih SD, kelas berapa tepatnya saya lupa..pada suatu sore menjelang maghrib, kalau saya tidak salah ingat, saya disuruh ibu saya untuk membeli sesuatu di warung dekat rumah saya. Waktu itu saya habis mencuci rambut saya, maka dengan berurai rambut ( rambut saya panjang sekali pada waktu itu ), berangkatlah saya ke warung yang dimaksud. Perjalanan ke warung tidaklah terlalu jauh, saya hanya harus berjalan kaki kepertigaan gang, lalu belok kiri, jalan sebentar sampai ke perempatan yang ada jembatan kecilnya, lantas menyeberang sedikit akan sampailah saya ke tempat tujuan dengan selamat sentosa. Jika selamat. Haha…Ada satu hal yang mengganggu pikiran saya pada waktu itu, tetangga saya, yang tinggal dekat perempatan yang ada jembatan kecilnya itu, memelihara banyak sekali anjing, dari jenis yang besar, sampai jenis yang kecil, dan dia membiarkan saja anjing-anjingnya itu berkeliaran di jalan. Dari awal melangkahkan kaki keluar rumah saya sudah khawatir sekali akan berpapasan dengan anjing-anjing tersebut. Benar saja, ketika saya hampir mencapai rumah tetangga itu, anjing-anjingnya sudah mulai waspada. Mungkin mereka dapat merasakan ketakutan saya. Satu anjing mulai menggonggong, anjing yang lainnya menyusul menggonggong. Tak terlukiskan bagaimana perasaan saya pada waktu itu, yang ada hanya takut dan takut. Maka seperti laiknya orang yang ketakutan, insting saya adalah satu : LARI!! Lantas larilah saya, tetapi saya memilih berlari di tanah kosong di depan rumah tetangga saya itu ( ada tanah kosong di depan rumah tetangga saya, tanah itu ditumbuhi rerumputan yang lumayan lebat dan tinggi. Kesanalah saya berlari, dengan diiringi musik slow motion, dengan rambut basah yang terurai ( halah )..yang jelas saya lari dengan penuh rasa takut dan ngeri, kalau-kalau anjing itu dapat menangkap saya dan kemudian mencabik-cabik saya ( halah ). Tapi syukur Alhamdulillaah mereka hanya senang saja menggonggongi dan jogging sedikit mengejar saya. Sampai kemudian saya sampai diujung lapangan dan sedikit melompati kali, lantas menyeberang ke warung tujuan utama saya. Waahh…tak terbayangkan rasa trauma saya pada waktu itu. Dan peristiwa digonggong anjing itu bukanlah satu-satunya yang pernah saya alami.

Maka dari itu, sekarang ini jika saya sedang berjalan kaki dan kemudian melihat anjing dikejauhan, lebih baik saya menyingkir jauh-jauh, menghindarinya, memilih jalan memutar pun tak apalah, asalkan saya tidak berpapasan dengan anjing itu.

Itulah mengapa saya takut sekali pada anjing, selucu apa pun dia..( kecuali anjing yg ada di TV maupun di gambar..heheheheee…)